MAHASISWA KKN UNDIP MENCARI MASALAH HINGGA MELIBATKAN MASYARAKAT DAN PERANGKAT DESA

FGD

Mahasiswa KKN TIM II Undip melaksanakan Forum Group Discussion membahas terkait permasalahan Pengelolaan Sampah di Desa Samiran dengan mengundang perangkat desa, Bibinsa, Babinkamtibnas, Perwakilan Café-Café Desa Samiran dan tokoh-tokoh masyarakat dikarenakan masih banyak masyarakat dan café-café kurangnya kesadaran akan pengelolaan sampah, yang menyebabkan masyarakat dan pihak-pihak café yang berada di Desa Samiran membuang sampah ke Jurang . Dengan melaksanakan dua kali pertemuan Forum Group Disccussion, pertama kalinya di laksanakan pada 2 Agustus 2022, dengan menghasilkan Notulensi Sebagai berikut :

FGD-2

1.Masyarakat Desa Samiran masih membuang sampah ke jurang karena tidak ada TPS di Desa Samiran. Selain itu masyarakat memiliki pola pikir bahwa membuang sampah ke jurang itu lebih mudah.
2. Solusi konkrit yang dapat ditawarkan adalah membuat peraturan desa terkait dengan pengelolaan sampah serta sanksinya. Tempat pengelolaan sampah ini nantinya akan menjadi bagian dari BUMDes
3. Alangkah baiknya dilakukan pemisahan pengelolaan sampah antara sampah wisata dan sampah keluarga.
4. Fokus kepada bank sampah yang sudah ada terlebih dahulu, untuk pengelolaan sampah khususnya pemilahan sampah dapat dilakukan di tingkat paling bawah yakni RT apapun cara pengelolaannya dan nantinya disetorkan ke bank sampah yang sudah ada.
5. Mengundang stakeholder di bidang pengelolaan sampah untuk memberikan materi dan gambaran kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Lalu Hasil Notulensi dari Forum Group Disccussion yang kedua di laksanakan pada tanggal 8 Agustus yaitu sebagai berikut :
Mengoptimalkan peran dan fungsi dari bank sampah Desa Samiran yang terletak di Dukuh Kuncen serta membentuk bank sampah lainnya bagi dukuh-dukuh yang telah siap.

Permasalahan ini yang sebelumnya susah untuk diangkat, Dengan adanya Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro, maka Permasalahan terkait Pengelolaan Sampah ini Kembali terangkat hingga menyisakan PR tersendiri untuk Pemerintah Desa dan Masyarakat, hal ini juga akan menimbulkan Budaya baru untuk pengelolaan sampah.