MAHASISWA KKN UNDIP AMBIL BAGIAN DALAM PEMBAHARUAN DATA TERPADU KESEJAHTERAAN SOSIAL DI DESA SAMIRAN.

Oleh : Farid Alghaffar

foto-dtks-farid

(Boyolali 10/8) Pemutakhiran data sebagai acuan pemberian Bantuan Sosial (Bansos) adalah sebuah mekanisme administratif yang harus ditempuh oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan tingkat ketepatan sasaran pelayanan publik. Karena tidak tepatnya penerimaan bantuan sosial adalah bentuk kelalaian dari pemerintah yang berujung pada suatu ketidakadilan. Data terpadu kesejahteraan sosial merupakan data valid yang digunakan oleh pemerintah sebagai acuan kriteria pemberian bantuan atau subsidi sosial.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagaimana termaktub pada Pasal 1 Ayat 1 Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2021 adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial. Berangkat dari bunyi ketentuan di atas maka dapat kita mengartikan bahwa keberadaan DTKS sebagai acuan data nantinya akan memetakan secara spesifik para calon penerima bantuan sosial, mulai dari yang memerlukan pelayanan kesejahteraan sosial, calon penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang ada.

Di Desa Samiran terhitung sebelum tanggal 12 Juli 2022, DTKS masih menggunakan pendataan yang dilakukan jauh sebelum pandemi covid-19 berlangsung, artinya besar kemungkinan telah terjadi perubahan status dan kondisi perekonomian masyarakat di desa tersebut pasca covid-19, maka dari itu pembaharuan data untuk memastikan ketepatan penerima bantuan adalah suatu langkah penting yang harus diambil oleh pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Desa Samiran.

Adapun untuk Desa Samiran target pembaharuan pendataan sebagaimana data DTKS Desa Samiran pra pembaharuan adalah sebanyak 400 Kartu Keluarga (KK), banyaknya target pembaruan data keluarga yang tentunya tidak sebanding dengan jumlah perangkat desa menjadi salah satu penyebab lambatnya proses pemutakhiran data tersebut, padahal di masa pasca pandemi seperti saat ini kebutuhan percepatan penyelesaian pemutakhiran data adalah aspek penting yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Hambatan tersebut ada karena mekanisme pendataan yang mengharusnya pendata untuk mendatangi rumah calon keluarga penerima manfaat dari pintu ke pintu secara langsung, tentunya dengan jumlah yang terbatas perangkat desa juga akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memenuhi target sebagai di atas. Maka dari itu keberadaan sukarelawan seperti mahasiswa yang diberikan legitimasi oleh pemerintah desa adalah salah satu langkah efisien yang tepat dipilih oleh pemerintah desa.

Kami Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro (Undip) selain membantu perangkat desa dalam memperbarui pendataan DTKS untuk mencapai target pembaharuan 400 KK, juga sekaligus menjadikan pendataan DTKS dengan masing-masing indikator di dalamnya sebagai salah satu Program Multi Disiplin KKN. Alhamdulillah tepat pada tanggal 13 Agustus 2022 target pembaharuan DTKS yang diberikan oleh Pemerintah Desa Samiran telah berhasil kami penuhi, harapannya semoga data tersebut dapat menjadi dasar acuan ketepatan pemberian bantuan dalam rangka menciptakan pemerataan kesejahteraan sosial.

#KKNUNDIP #TIM2KKNUNDIP #P2KKNUNDIP
Penulis : Farid Alghaffar
DPL : Dr. Khairul Anam S.Si., M.Si

Farid Alghaffar
11000119140717
FH