Mahasiswa KKN-T Undip Melakukan Pembuatan Desain dan Proposal Apartemen Ikan untuk Meningkatkan Hasil Perikanan Desa Teluk Awur

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara kelautan yang mana kaya akan hasil laut dan berbagai macam biota laut yang hidup di dalamnya. Mulai dari yang berjenis flora maupun fauna. Namun belakangan ini, banyak orang yang tidak bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya seperti penangkapan ikan menggunakan pukat harimau di daerah pesisir bisa mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.

Berdasarkan situs U.S. Geological Survey, saat pukat harimau diseret sedimen laut akan naik, mengubah tingkat nutrisi, merubah kandungan kimia air, dan menurunkan tingkat cahaya di dalam air sehingga tanaman laut tidak dapat berfotosintesis.

Ada beberapa cara untuk melestarikan ekosistem laut, salah satunya adalah pembuatan Apartemen Ikan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Apartemen Ikan?

Menurut Kementrian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan dan Tangkap,Semarang (2013),Apartemen Ikan adalah sebuah Rumah Ikan yang dirancang dengan sedemikian rupa sehingga mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan menyerupai Apartemen atau sebuah rumah, yang terdiri atas partisi yang bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan sehingga memudahkan para nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100-200 meter diluar areal rumah ikan, dan daya tahan rumah ikan ini diperkirakan bisa mencapai 30-50 tahun, selain sebagai tempat perkembangbiakan ekosistem biota laut, Apartemen Ikan juga dapat berfungsi mencegah penggunaan pukat harimau di daerah yang terdapat apartemen ini, dengan cara pemasangan jebakan pukat yang diletakan di atas Apartemen Ikan ini, sehingga pukat menjadi rusak dan tidak dapat dipakai lagi sebagai alat tangkap ikan.

Kemudian apa saja bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan Apartemen Ikan?

Apartemen ikan atau yang dikenal dengan nama ‘Rumah Ikan” adalah hasil rekayasa teknologi penangkapan ikan yang dirancang dengan menggunakan komponen partisi plastik jenis Polypropylene yang ramah lingkungan. Plastik jenis Polypropylene dapat ditemukan dalam beberapa bahan yang sudah ada dan tidak selamanya bahan ini harus dicetak dahulu, seperti yang sudah ada di pasaran yaitu

  1. Krat botol
  2. Krat gelas
  3. Plastik Keranjang yang biasa untuk budidaya kerang mutiara

Kemudian ada beberapa bahan alternatif lainnya yaitu : 

  1. Ban bekas motor/mobil
  2. Beton pracetak

Dari semua bahan yang disebutkan terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Bagaimana dengan Desa Teluk Awur?

Pada akhir-akhir ini nelayan Desa Teluk Awur sering mengeluhkan kurangnya pendapatan hasil laut akibat oknum nelayan dari desa lain yang menggunakan pukat harimau di daerah Teluk Awur, maka dari itu mereka mengharapkan pembuatan apartemen ikan ini dapat dilakukan oleh pihak-pihak terkait, agar pendapataan hasil laut mereka menjadi normal kembali bahkan bisa meningkat lebih banyak dari biasanya.

Lalu, solusi apa yang dapat dilakukan?

Bersama dengan masyarakat dan nelayan Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, kami mahasiswa KKN-T Jepara 2022, ikut membantu pembuatan “Proposal Pembuatan Apartemen Ikan” yang ditujukan kepada dinas terkait yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan  Kabupaten Jepara

Diharapakan proposal yang dibuat oleh mahasiswa KKN-T Undip bersama para nelayan Desa Teluk Awur ini dapat diterima oleh pihak yang tertuju dan berwenang dalam pelaksanaan pembuatan apartemen ikan tersebut agar terciptanya kelestarian ekosistem laut dan peningkatan hasil laut Desa Teluk Awur.

Penandatanganan Proposal Bersama Nelayan
Sumber : Dokumen Pribadi

Nama Penulis : Mohammad Faiz Ferdiansyah 40030519650137

Nama Dosen : Ir. Gentur Handoyo, M.Si.

Lokasi            : Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara

#P2kkn #KKNTJepara2022 #lp2kknundip #lppmundip #undip