Edukatif! Mahasiswa KKNT Undip Mengenalkan Sistem Pembayaran QRIS Pada Pelaku UMKM di Desa Bergas Kidul

Gambar 1: Edukasi QRIS kepada salah satu pelaku UMKM di Bergas Kidul (UD Amanah)
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Bergas, Kabupaten Semarang (28/11/2022) – Rangga Setia Nugraha, Mahasiswa KKN Tematik Desa Bergas Kidul Universitas Diponegoro, Program Studi D4 Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi telah melakukan program monodisiplin “Edukasi Pembayaran Digital Melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Pada Pelaku UMKM di Desa Bergas Kidul”.

Pada era saat ini, teknologi berkembang pesat seiring dengan berkembangnya zaman termasuk digitalisasi yang sangat penting untuk diperhatikan perkembangannya oleh semua pihak tak terkecuali sektor UMKM. Sebelum memasuki era modernisasi, pembayaran digital terkhusus pada UMKM masih menggunakan metode konvensional yang cukup memiliki  tingkat risiko lebih tinggi dan masih tetap eksis hingga saat ini. Namun dalam beberapa tahun silam, pemerintah yang khususnya oleh Bank Indonesia gencar untuk mensosialisasikan terkait pembayaran digital khususnya Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).

Gambar 2: Poster edukasi QRIS

QRIS yaitu sistem pembayaran digital dengan melakukan pemindaian QR Code sebagai medianya. QRIS memiliki banyak kegunaan dan manfaat salah satunya dapat menyatukan berbagai macam QR Code yang disediakan oleh PJSP (Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) seperti Bank Nasional, Shopeepay, DANA, OVO, GoPay, dan lainnya yang bertujuan untuk memudahkan proses pembayaran secara cashless bagi para customer. Pembayaran digital menggunakan QRIS saat ini telah populer dan banyak merchant yang sudah menggunakannya. Namun tak sedikit masyarakat yang masih awam dengan kehadiran pembayaran digital QRIS tersebut.

Gambar 3: Foto bersama pemilik UMKM roti kering UD Amanah
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Gambar 4: Foto bersama pemilik UMKM coffee shop Baraka Cafe
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Oleh karena itu, dengan adanya QRIS pembeli hanya perlu scan QR Code merchant yang ada di toko, kemudian pembeli memasukkan jumlah transaksi pembeliannya. Scan QR Code ini juga mempermudah pembeli karena tidak perlu lagi membawa uang tunai dan meminimalisir peredaran uang palsu.

Penulis : Rangga Setia Nugraha, D4 Akuntansi Perpajakan 2019, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing : Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si.
Lokasi : Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang

#KKNTBergasKidul2022 #undip #p2kkn #lppmundip #kknundip2022 #potensidesa