REPORTASE DESA SIWALAN : EDUKASI DEMAM BERDARAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Siwalan, Pekalongan – Demam berdarah adalah istilah yang sering didengar ketika musim hujan mulai tiba. Demam berdarah dengue atau orang orang biasa menyebut dengan DBD merupakan penyakit yang berbahaya akibat virus dangue yang dibawa oleh perantara nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah ini tidak hanya menyerang pada anak anak saja, melainkan menyerang semua jenjang usia tanpa memandang laki laki atau perempuan. Desa Siwalan Pekalongan , tergolong desa padat penduduk, masih ditemukan banyak rerumputan dan semak semak serta banyaknya genangan air disekitar perumahan membuat desa Siwalan menjadi daerah endemis DBD 5 tahun terakhir ini. Edukasi sejak dini tentang demam berdarah menjadi salah satu solusi guna mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus dangue ini muncul kembali. Tim KKN I Undip pada Kamis , 18 Januari 2018 mengadakan edukasi mengenai demam berdarah dangue kepada para siswa kelas V di SDN 01 Siwalan.

Penjelasan Mengenai DBD

Para siswa diberikan pengetahuan mengenai pengertian demam berdarah dangue, siklus hidup nyamuk, alur penularan nyamuk hingga sakit, mengetahui tempat tempat perindukan nyamuk, 3M Plus. Selain itu praktik pembuatan ovitrap hingga praktik pemantauan jentik disekitar sekolah juga dilakukan. Para siswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Dengan praktik jumantik langsung dilapangan, siswa akan mengetahui tempat tempat yang bisa menjadi perindukan jentik nyamuk dan siswa mengerti tindakan pencegahannya. Sedangkan dengan pembuatan ovitrap sederhana, para siswa bisa membuat sendiri alat penangkap nyamuk sederhana ini dirumah.

Kegiatan Jumantik

Generasi muda saat ini harus melek dan paham mengenai kondisi sekitarnya. Peningkatan kepedulian terhadap lingkungan yang mulai pudar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, guru, orang tua atau hanya pihak pihak tertentu saja. Namun anak-anak sebagai generasi emas yang 5 tahun, 10 tahun bahkan 20 tahun kedepan ini lah yang harus ikut dilibatkan untuk menjaga Lingkungan kita agar tetap sehat. Bukankah lingkungan yang sehat akan bagus buat jiwa dan raga? harapan kegiatan ini, semoga anak-anak semakin paham dan peka terhadap kondisi lingkungan sehingga bisa mencegah perkembangan nyamuk dan bisa menghindari demam berdarah. Dengan jargon #akumelucegahDBD , para siswa akan ikut berperan aktif mencegah DBD. (Editor: Aditya Kusumawati)