“Tambak Buntu” Situs Mata Air Peninggalan Belanda

Desa Purworejo, Margoyoso – Minggu (21/01/2018) Tim KKN 1 Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Purworejo, Kabupaten Pati mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi  sumber mata air yang merupakan situs peninggalan Belanda. Warga setempat menamainya sumber mata air “Tambak Buntu.” Menurut penjaganya, sumber mata air ini dahulu ditemukan Belanda sekitar tahun 1800-an. Mata air Tambak Buntu memancar sangat kuat hingga dapat mengairi Desa Purworejo pada jaman dahulu.

Sampai saat ini, Tambak Buntu masih memancarkan air sangat kuat. Namun sayangnya, Desa Purworejo tidak lagi menggunakan air dari Tambak Buntu. Sehingga, Tambak Buntu kini difungsikan sebagai sumber air yang di kelola oleh PDAM Kabupaten Pati untuk memenuhi kebutuhan air minum di daerah Juwana, Bakaran dan sekitarnya. Air ini disalurkan melalui pipa-pipa besar peninggalan Belanda yang telah di tanam dalam tanah.

Beberapa tahun yang lalu,Tambak Buntu ramai di kunjungi untuk bermain-main air (jeburan) atau menikmati keindahan dan kesejukan alam yang ada disini. Namun, karena kurang dikelola dengan baik dan akses jalan menuju kesana belum layak, lama kelamaan Tambak Buntu mulai sepi pengunjung.
(IL)

Editor : Shary Charlotte Henriette P., M.A