Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Peternakan (Urine dan Feses Kambing) Desa Bulumanis Lor

Pati, Cara Pembuatan Pupuk Kompos dan Pupuk Organik Cair(POC) Serta Biogas Mutlak Diperlukan. Penimbunan kotoran ternak di sekitar kandang akan menjadikan lingkungan tercemar. Pencemaran lingkungan yang sering terjadi bau menyengat. Kotoran yang ikut tergenang air hujan menjadikan mutu lingkungan dan mutu kesehatan bagi masyarakat sekitar peternakan menjadi menurun. TIM Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro 2017, Pada Bulan Februari 2017 telah melaksanakan salah satu program pengabdian berupa Pendampingan Pengajaran Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Peternakan (Urine dan Feses Kambing) Desa Bulumanis Lor. Kegiatan dimulai dengan pengenalan pupuk organik cair yang disampaikan oleh Mahasiwa undip kepada warga setempat. Pupuk organik cair yang dikenalkan merupakan pupuk berbahan feses kambing, karena kambing merupakan hewan ternak yang jumlahnya cukup tinggi di Desa Bulumanis Lor.
Simulasi pembuatan pupuk organik cair dilakukan menggunakan Alat dan bahan berupa ember beserta tutupnya, pengaduk, 7 liter air, 34 ml EM4 peternakan, 37 gram molases atau tetes tebu, 1 kg feses kambing, dan daun-daun. Warga diberikan kesempatan untuk mempraktikan pembuatan pupuk organik cair. Pupuk organik cair yang telah dibuat harus disimpan selama satu minggu dengan kondisi ember tertutup dan disimpan pada tempat yang sejuk sebelum dimanfaatkan untuk tanaman.