OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN CAMILAN SEHAT ALA JEPANG DI DESA MOGA

Moga – Selasa (22 Agustus 2017) Ikan memiliki berbagai kandungan gizi yang baik bagi kesehatan—seperti kandungan vitamin, mineral, lemak serta protein. Dari berbagai macam kandungan gizi tersebut, ikan yang kita konsumsi dapat menjadi tameng untuk mencegah dari berbagai penyakit. Kanker prostat, penyakit jantung, penuaan dini serta kesehatan otak ialah contoh penyakit yang mungkin bisa ditanggulangi dengan mengonsumsi ikan.

Merujuk dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) tahun 2014, konsumsi ikan nasional hanya mencapai angka 36 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan di Malaysia mencapai 70 kilogram dan Jepang 140 kilogram per kapita per tahun. Begitu signifikan perbedaan angka konsumsi ikan Indonesia dengan Malaysia dan Jepang. Maka dari itu, pada tahun 2019 pemerintah akan mencanangkan program mengonsumsi ikan hingga 50 kilogram per kapita per tahun.

Salah satu lembaga survei menyatakan, dari 5.000 remaja lelaki berusia 15 tahun—dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka yang mengonsumsi ikan lebih dari sekali dalam seminggu, memiliki kemampuan intelejensi lebih tinggi setelah diuji tiga tahun setelahnya. Selain itu, dengan mengonsumsi ikan—ternyata dapat mempengaruhi panjangnya usia hidup seseorang. Berkaca dari gaya hidup orang Jepang yang memiliki usia hidup rata-rata hingga usia 80 tahun, hal itu dikarenakan hobi orang Jepang mengonsumsi ikan.

Setelah mengetahui berbagai macam manfaat mengonsumsi ikan tersebut, pada hari Selasa —Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan sosialisasi tentang pentingnya mengonsumsi ikan. Dalam acara tersebut, tidak hanya membahas apa saja kandungan dan manfaat mengonsumsi ikan saja, namun disertai dengan demonstrasi membuat olahan ikan ala Jepang—yakni Sasuga (Sakana Katsu Garing). Sakana berasal dari Bahasa Jepang yang berarti ikan, sedangkan Katsu, merupakan hidangan berlapis tepung panir. Sakana Katsu merupakan terobosan baru dari sajian Katsu—yang awalnya hanya berbahan dasar ayam, daging ham, dan daging sapi.

Sosialisasi yang diselenggarakan di aula Balai Desa Wegil, dihadiri oleh beberapa anggota PKK dan ibu rumah tangga Desa Wegil. Di tengah-tengah sosialisasi—Nurul Maulina wakhidah zain selaku pemateri, memberikan nasihatnya,” Selain harganya yang ekonomis, Sakana katsu ini bisa menjadi jawaban ibu-ibu sekalian untuk mengatasi anak yang tidak begitu menyukai ikan. Selain itu, dapat juga dijadikan bekal anak-anak ke sekolah—agar meminimalisir makan jajanan sembaranga