Pemanfaatan Limbah Plastik Berpolimer Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Aplikasi Ilmu Kimia

Mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat UNDIP di Desa Kepatihan, Kecamatan Wira Desa, Kabupaten Pekalongan mengadakan Pemanfaatan Limbah Plastik Berpolimer Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Aplikasi Ilmu Kimia. Kegiatan tersebut diadakan di balai desa setempat pada bulan Agustus 2018. Pemanfaatan limbah plastik berpolimer ini merupak jenis plastik yang mengandung senyawa polimer. Macam-macam limbah plastik yang mengandung polimer dapat dijadikan pengetahuan tambahan bagi para warga desa Kepatihan di bidang ilmu kimia khususnya.

Penggunaan plastik di Indonesia tidak dibatasi. Plastik banyak digunakan untuk kebutuhan alat rumah tangga dan produksi, khususnya untuk kemasan makanan dan minuman. Sisa kemasan tersebut banyak dibuang begitu saja yang menyebabkan penumpukan limbah plastik semakin meningkat. Setiap pabrik menghasilkan rata-rata satu ton limbah plastik setiap minggunya di Jabodetabek. Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena sifat dari pelastik antara lain tidak
dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan (Yayasan Bina Pembangunan, 1986).
Limbah botol plastik masih dianggap sebagai sampah yang kurang bermanfaat. Padahal limbah botol plastik dapat dimanfaatkan menjadi beraneka ragam bentuk barang yang berguna yang dapat mempercantik ruang atau si pemakainya. Selain itu, barang tersebut bisa dijual agar mampu memberikan penghasilan tambahan bagi si pembuat. Khususnya, pemanfaatan limbah botol air mineral bukanlah sekedar mencari keuntungan material saja melainkan sebagai bagian menjaga kelestarian lingkungan. Seperti, ibu-ibu di Gresik Jawa Timur, limbah botol air mineral bisa di sulap menjadi aneka souvenir cantik berkualitas serta mampu memberikan penghasilan tambahan bagi mereka (Berita 86, 2010). Salah satu upaya yang dilakukan oleh dunia fashion adalah membuat produkfashion Ramah lingkungan yang dikenal sebagai ecofashion. Menurut Sustainable Technology Education Project (STEP) label eco-fashion pantas diberikan kepada produk mode yang ramah lingkungan, peduli akan kesehatan konsumen. Penggunaaan limbah botol plastik dalam pembutan produk fashion merupakan salah fashion yang diproduksi dan diciptakan dengan mempertimbangkan lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang yang pada awalnya tidak langsung berhubungan dengan fashion (Milchop, diunduh 1 April 2014). Dimana botol plastik yang sebelumnya berguna sebagai botol untuk tempat air mineral, setelah air mineral tersebut habis di konsumsi maka botol plastik air mineral tersebut dapat dipergunakan sebagai material bagi aplikasi salah satu produk fashion yaitu aksesoris. Aksesoris merupakan pelengkap busana yang dapat mempermanis penampilan seseorang wanita. Produk aksesoris tersebut berupa anting, jepit rambut, kalung, dan bando.Pembuatan aksesoris dengan bahan plastik sangat mudah dibuat khususnya para ibu rumah tangga. Hal ini dikarenakan hasil aksesoris tersebut dapat di jual oleh mereka untuk menambah income keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga khususnya dan meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan. Pelatihan ini merupakan program kewirausahaan yang dilakukan oleh Dosen UNJ dalam rangka Pengabdian pada Masyarakat. Pelatihan ini ditujukan terutama untuk masyarakat yang ingin berwirausaha. Khususnya para ibu rumah tangga di Kelurahan Cipinang Besar Utara. Melalui wirausaha produk aksesoris ini maka motivasi berwirausaha perempuan tersebut dapat meningkat untuk membiayai kehidupan keluarganya menuju keluarga sejahtera. Rumusan masalah dari kegiatan ini: Bagaimana membuat produk
aksesoris dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga agar mempu menjadi wirausaha sehingga dapat menambah penghasilan keluarga dan masyarakat?
Setelah selesai mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta mampu menjadi wirausahawan dengan membuat produk aksesoris dengan memanfaatkan limbah botol plastik yang berguna menambah penghasilan keluarga dan masyarakat.Harapan dari manfaat kegiatan ini adalah: a. Ibu rumah tangga yang mandiri, sehat dan berdaya guna di tengah masyarakat b. Mengembangkan jejaring kemitraan antara Lembaga Pengabdian Masyarakat UDIP dan Jurusan Ilmu Kimia Keluarga UNDIP dengan Desa Kepatihan, Kecamatan Wira Desa, Kabupaten Semarang.