Sosialisasi Cybercrime Skimming kartu ATM

Sosialisasi cybercrime Skimming kartu ATM

feb1

Gambar 1. Awal pemberian materi kejahatan Siber

Tidak diingkari IPTEK dunia sudah berkembang secara pesat, bahkan di Jepang dan Eropa telah mengalami revolusi industri 5.0. Hal tersebut memungkin semua terhubung dengan jaringan komputer. Muncul banyak manfaat yang ada dari perkembangan jaman, tetapi disini sebagai masyarakat cerdas sepatutnya harus mengetahui resiko-resiko apa yang ditimbulkan dari pesatnya kemajuan teknologi. Di Indonesia sendiri, tidak semua masyarakat paham akan IPTEK. Banyak masyarakat yang masih lemah dalam menghadapi perkembangan IPTEK, hal tersebut diperkuat dengan makin maraknya kasus kejahatan siber di Indonesia. Contoh dari kejahatan siber yang telah terjadi misalnya cyberbullying, pencemaran nama baik di media sosial, pembobolan kartu kredit, serta skimming ATM.

Kejahatan siber memiliki pengertian sebagai kejahatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi, terutama jaringan komputer untuk alat utamanya. Pengaturan mengenai kejahatan siber di Indonesia dapat dikatakan umurnya belum lama, hal tersebut diatur dalam UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Informasi Elektronik. Dengan adanya undang-undang tersebut seharusnya pelaku kejahatan siber lebih bertindak hati-hati dalam menjalankan aksinya. Namun sayangnya pula pelaku kejahatan siber juga nampak lebih cerdas sehingga dapat dengan mudah mengelabuhi masyarakat serta licin ketika hendak ditangkap karena sindikat transnasional.

Menghadapi fenomena itu, yang perlu digaris bawahi adalah kelompok masyarakat awam yang tingkat resiko terkena kejahatan siber paling tinggi, yaitu kelompok masyarakat pinggiran kota atau desa. Desa Sumber Jatipohon merupakan salah satu desa percontohan di Grobogan. Kebetulan desa tersebut digunakan sebagai praktek KKN mahasiswa Undip. Seperti kebanyakan desa lainnya, masyarakat yang menempati wilayah Sumber Jatipohon kurang melek terhadap IPTEK. Seperti apa yang telah didapatkan ketika survey dan observasi, sebanyak 10 orang yang diwawancarai secara acak tidak mengetahui tindak kejahatan siber. Bahkan perangkat desa setempat memang mengakui apabila masyarakat kurang paham akan adanya perkembangan teknologi. Namun masyarakat desa tetap mengikuti perkembangan teknologi seperti pemakaian internet dan atm. Lebih lanjut, masyarakat tidak paham secara dalam akan bahaya yang dapat mengakibatkan kerugian.

feb2

Gambar 2. Pemberian tips dan trik terhindar dari skimming

Ketidaktahuan masyarakat desa yang sedemikian rupa menjadi kesenangan sendiri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Sehingga, perlu diadakan program dalam rangka pencegahan tindak kejahatan siber, terutama skimming ATM yang sedang marak terjadi. ATM. Kemudian, di Grobogan, Jawa Tengah ditemukan setidaknya 5 peristiwa kejahatan skimming. Kebanyakan dari kasus skimming, jumlah saldo yang diambil secara ilegal hanya sedikit namun dengan jumlah nasabah yang banyak. Perubahan jumlah saldo yang sedikit sering tidak diperhatikan oleh nasabah. Apabila jumlah saldo berkurang tidak sesuai dengan transaksi maka dapat diindikasikan terjadi kejahatan skimming. Peristiwa yang terjadi di Grobogan serta ketidakpahaman masyarakat desa Sumber Jatipohon kepada skimming ATM menjadikan alasan kuat untuk melaksanakan program tersebut.

Setelah dilakukan beberapa kali survey dan wawancara, kegiatan puncak dilaksanakan pada 24 Januari 2019 di balai desa Sumber Jatipohon yang dihadiri sekitar 30 orang. Metode yang dilakukan dalam program adalah melakukan pengedukasian tips dan trik sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya dan dengan menghasilkan luaran poster sebagai sarana mengingat para masyarakat desa Sumber Jatipohon. Pengedukasian dilakukan dengan cara menjelaskan konsep, contoh ditambah tips dan trik menghadapi kejahatan siber Untuk makin menjamin keberhasilan program tidak lupa pula dilaksanakan pre-test dan post-test. Hasil dari test tersebut akan menunjukan tingkat keberhasilan program tim KKN I desa Sumber Jatipohon. Secara menggembirakan, tingkat pengetahuan masyarakat desa mengenai bahaya kejahatan siber meningkat. Selain itu dengan diadakannya program pemberian tips dan trik mencegah skimming terbentuk kader-kader baru yang melek teknologi. Setidaknya, nanti akan menyebarkan informasi yang telah diterima kepada masyarakat secara perlahan.

Tidak ada kendala serius ketika melaksanakan program, semua berjalan dengan lancar ketika hari H pelaksanaan. Hanya saja ancaman yang berat muncul dari pihak eksternal, yaitu si pelaku kejahatan yang dengan cerdas melampaui kemampuan pencegahan yang sudah ditemukan. Kemudian respon yang diberikan warga kepada program pengedukasian tips dan trik mencegah skimming ATM disambut positif oleh masyarakat desa yang ditunjukan dengan adanya timbal-balik dari salah satu audience. Salah satu testimoni dari warga mengatakan apabila penjelasan yang diberikan mampu menambah pengetahuan dalam fenomena kejahatan siber. Peluang bertambahnya jumlah pengguna ATM di desa Sumber Jatipohon jelas akan membuat program ini makin berguna demi Sumber Jatipohon yang lebih cerdas.

EWS dan Febrina