Galakan Diversifikasi Pangan, Mahasiswa KKN Tim II Undip Sulap Bekatul Jadi Brownies

line_84412166769179

Nyemoh, Kab. Semarang – Perkembangan ilmu dan teknologi pangan saat ini telah banyak menghasilkan produk pangan olahan yang sangat variatif di masyarakat. Dengan teknologi pangan telah banyak dihasilkan produk pangan yang lebih praktis, sesuai cita rasa, bergizi, dan bergengsi. Salah satu contohnya yakni dengan diversifikasi pangan bekatul menjadi brownies.
Pada Sabtu (20/7), Monica Pratiwi Tim II KKN Universitas Diponegoro menggelar demonstrasi kepada ibu-ibu PKK Desa Nyemoh tentang pemanfaatan limbah sisa penggilingan padi atau yang biasa disebut bekatul menjadi brownies pukul 10.00 yang bertempat di Balai Desa.
Meski terdengar aneh, bekatul yang sehari-hari hanya digunakan sebagai pakan ternak sebenarnya memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Hal ini membantu pembentuan sel darah merah serta mempertahankan kesehatan sistem syaraf, selanjutnya bekatul juga mengandung Asam ferulat berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dan lemak darah, Fitosterol berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol darah dan memperbaiki regulasi, Tokotrienol berfungsi sebagai antioksidan,  Kalsium (Ca) bermanfaat mengurangi terjadinya insomnia, mendukung system saraf dan kontraksi otot, serta mengatur detak jantung dan mencegah penggumpalan darah, dan yang terakhir Magnesium (Mg) berguna mengaktikan enzim mencegah terbentuknya batu ginjal
Selanjutnya Monica menjelaskan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat brownies yakni Bekatul 30 gram, Tepung terigu 90 gram, Margarin 80 gram, Dark chocolate 100 gram, Gula pasir 70 gram, Telur 2 butir, Garam 1 sdt, Baking powder 1 sdt, kertas kue
Ibu-ibu PKK Desa Nyemoh terlihat sangat antusias mengikuti demo yang diberikan oleh Monica. Sebelum melakukan langkah-langkah pembuatan, Monica menyediakan tester brownies yang telah Ia buat sebelumnya sebagai contoh dari demo nya untuk di cicipi oleh ibu-ibu PKK.”Wah ini benar dari bekatul mba? Enak banget ya. Kayak bukan dari bekatul. Mantap pinter masak!” Ujar Ibu Sri selaku Ketua PKK Desa Nyemoh

line_84504993227421
Kemudian Monica melakukan langkah demi langkah pembuatan brownies bekatul. Yang pertama lelehkan potongan-potongan dark coklat dengan margarin. Kemudian kocok telur dan gula menggunakan mixer hingga larut. Kemudian masukkan adonan coklat leleh(dark chocolate dan margarin). Selanjutnya masukkan bekatul yang sebelumnya diblender, disaring dan disangrai, tepung dan baking powder dan mixer hingga rata. Lalu tuang kedalam Loyang kue brownies yang sudah diolesi margarin dan dialasi kertas kue, sishkan. Panaskan kukusan sampai mendidih airnya, lalu masukkan adonan kue brownies, kemudian tutup dan kukus selama 30 menit dengan api kecil. Setelah kue brownies jadi, dinginkan sebentar baru dapat dipotong menggunakan pisau. (Mahasiswa KKN UNDIP Tim II tahun 2019 Desa Nyemoh, Kec. Bringin, Kab. Semarang)

Editor: Nikie