Home » 2020 » February » 14

Daily Archives: 14th February 2020

Pertemuan Sub PPKBD Sarang Bagian Barat

Sumbermulyo, Sarang, Rembang (12/2) – Kader Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub PPKBD) Kecamatan Sarang Bagian Barat mengadakan pertemuan di RT 14 Desa Sumbermulyo. Acara ini rutin dilakukan setiap bulannya dengan dihadiri para kader Sub PPKBD Kecamatan Sarang Bagian Barat dan pengurus PPKBD Kecamatan Sarang.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana, lalu dilanjutkan dengan acara inti, yaitu pelaporan beberapa data. Pada pertemuan kali ini juga dihadiri beberapa kader baru PPKBD Kecamatan Sarang Sub Barat dan diberikan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi Sub PPKBD serta penjelasan mengenai pengisian data oleh Rini, selaku Pengurus PPKBD Kecamatan Sarang.

Reportase Sumbermulyo ... 01 Perpisahan

Foto : Saat Penyampaian materi mengenai tupoksi Sub PPKBD

Acara dimulai pada pukul 11.00 WIB berakhir pukul 12.30. Pada acara ini, Anteng, selaku ketua FKMIP Kecamatan Sarang juga menyampaikan beberapa informasi terkait dengan agenda Sub PPKBD selanjutnya. pada akhir acara, para peserta pertemuan Sub PPKBD diberikan jamuan makan siang dan ditutup dengan doa. (Rev / Ear)

Perpisahan KKN Undip di Desa Sumbermulyo

Sumbermulyo, Sarang, Rembang (12/2) – Telah diadakan acara perpisahan KKN Tim I Undip 2020 yang dilaksanakan di Balai Desa Sumbermulyo. Acara ini dilakukan pada malam hari pukul 20.00-22.00 WIB dengan dihadiri  Perangkat Desa Sumbermulyo dan Aldi, selaku Ketua Karang Taruna Desa Sumbermulyo.

Pada acara perpisahan ini, Rofiq, selaku Kepala Desa Sumbermulyo memberikan sambutan dan pesan kepada Tim KKN Undip. Kemudian dilanjutkan dengan Tim KKN Undip yang memberikan kesan dan juga pesan selama menjalani kegiatan KKN di Desa Sumbermulyo. Pada acara ini juga dilakukan pemberian kenang-kenangan oleh Tim KKN Undip dan dilanjutkan dengan foto bersama dan makan bersama. (Rev /Ear)

Reportase Sumbermulyo .. 02 perpisahan

Foto : Berfoto bersama saat acara perpisahan

Reportase Sumbermulyo ..03

Foto : Saat makan bersama

Menghidupkan Kembali Senam Anti Hipertensi

Plelen, Batang (5/2). Posyandu Lansia Mawar Putih, Dukuh Pancuran, mengadakan kegiatan rutin cek tekanan darah, senam, dan penyuluhan terkait penyakit hipertensi oleh petugas Puskesmas Gringsing. Namun kali ini ada yang berbeda dengan senam pada umumnya, yaitu senam anti hipertensi sebagai salah satu upaya pencegahan hipertensi. Senam anti hipertensi merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan ulang oleh mahasiswa KKN Undip. Gerakan senam ini dapat dengan mudah diikuti oleh lansia dan mudah dilakukan di rumah. Senam anti hipertensi mampu meningkatkan aliran darah dan pasokan oksigen ke dalam otot-otot dan rangka yang aktif khususnya terhadap otot jantung. Petugas Puskesmas menuturkan bahwa masalah kesehatan pada lansia itu utamanya ada tiga, yaitu hipertensi, diabetes mellitus, dan asam urat.  Selain itu diberikan juga edukasi mengenai pencegahan hipertensi dengan istilah “CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress. (Ed – by Bsl 2020)

Sosialisasi Kesehatan Mental dan Pelatihan Pembuatan Lampu Emergency disambut Antusias oleh Ikatan Pelajar NU di Desa Batukali

WhatsApp Image 2020-01-17 at 10.20.01 PM

Batukali, Jepara (18/1) – Mahasiswa KKN Undip Tim I menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan mental dan pelatihan pembuatan lampu emergency. Kegiatan tersebut berlangsung di mushola RW 2 RT 4 Desa Batukali pada hari Jumat, 17 Januari dari pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.Kegiatan ini dihadiri oleh Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU(IPPNU).

WhatsApp Image 2020-01-17 at 10.20.01 PM(2)

Kegiatan sosialisasi kesehatan mental ini diisi oleh Ingrid Anastasia, mahasiswi Fakultas Psikologi. Kegiatan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan mental untuk para pelajar dan pemuda. Adapun kegiatan pelatihan pembuatan lampu emergency diisi oleh Ahmad Shafly, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penerangan sementara apabila terjadi pemadaman listrik. Alat dan bahan yang digunakan pun cukup sederhana, sehingga diharapkan masyarakat sekitar dapat mempraktikannya. (edzul)

Yuk Purwogondo, Kita Makan Ikan!

Purwogondo, Jepara (18/1) – Walau Jepara banyak pantai, namun Desa Purwogondo jauh dari pantai. Guna mengkonsumsi ikan, warga Desa Purwogondo membeli dari pasar. Ibu-ibu PKK di Desa Purwogondo, khususnya RT 08, merasa belum mengetahui bagaimana cara memilih ikan segar dan memberi perlakuan sebelum memasak. Padahal hal ini penting untuk menjamin mutu dari ikan yang dikonsumsi agar gizi yang terkandung dalam ikan dapat optimal saat dikonsumsi.

Kondisi ini mendorong Risma Kusuma, mahasiswa perikanan, memberi edukasi yang berkaitan dengan cara memilih ikan segar dan perlakuannya sebelum diolah. Kegiatan diadakan di Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 08 yang beranggotakan ibu-ibu sebanyak dua puluh orang. Pada pukul 16.00 WIB, mahasiswa mulai perjalanan menuju tempat PKK yang terletak di dekat Water Boom Tiara.

PKK dimulai pada pukul 16.30 WIB dan diawali dengan pembacaan umul kitab serta menyanyikan lagu mars PKK dan mars Jepara, serta sambutan oleh tuan rumah dan petinggi desa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan informasi dari Risma terkait dengan cara pemilihan ikan segar. Cara penyampaian dengan menggunakan peraga langsung, yakni ikan lele segar yang baru dibersihkan dan ikan sardenela yang tidak segar. Lalu dilakukan praktek serta memandu ibu-ibu untuk ikut membedakan ciri-ciri ikan segar. Ikan segar dibuktikan dengan mata ikan yang cerah, sisik tidak lepas dari tubuh, insang masih berwarna merah, daging ketika ditekan kembali ke posisi semula. 20200118_170746

Selanjutnya diberikan pencerdasan terkait perlakuan ikan segar saat menyimpan di rumah sebelum dikonsumsi. Risma berkata “Ikan segar dapat bertahan di freezer 2-3 hari. Setelah itu jangan dikonsumsi lagi, karena beberapa organ serta dagingnya sudah turun mutu atau rusak”. Selain dalam freezer dijelaskan juga untuk penyimpanan ikan setelah dari pasar. Caranya ikan segar di dalam plastik dikeluarkan terlebih dahulu, dibersihkan insang dan ususnya, lalu dimasukan dalam tempat makan yang kering, sehingga sudah tidak ada air yang bisa menjadi perantara bakteri. Setelah itu baru dimasukan ke freezer. Jika tidak mempunyai lemari es, dapat menggunakan es batu yang dipecahkan kecil-kecil dan diletakkan di dasar serta diatas ikan yang masih segar.

Ibu-ibu desa sangat tertarik dengan pemaparan Risma, sehingga ada beberapa yang bertanya terkait dengan pengolahan ikan dan juga daging merah. Selesai sesi tanya jawab, dibacakan kesimpulan dari penyampaian. (edzul)20200118_170946

Kader Cermat, Lansia Sehat: Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Program Pelatihan Antropometri Balita dan Senam Sehat

P1090121
Bakalan, Jepara (18/1)  Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap satu bulan sekali terdiri dari dua jenis Posyandu yaitu Posyandu Balita dan Posyandu Lansia. Demi meningkatkan keterampilan pada kader posyandu  dalam hal pengukuran antropometri pada balita di desa Bakalan, Mahasiswa KKN Undip Tim I memberikan program Pelatihan Pengukuran Antropometri Pada Balita yang diikuti oleh para kader posyandu balita. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang besar dari para kader. Program tersebut dilakukan oleh Alizza Maharani (Ilmu Gizi, 2016) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Januari 2020 yang bertempat di Balaidesa Bakalan, Jepara.

Program tersebut diawali dengan pemaparan materi terlebih dahulu mengenai pentingnya pengukuran antropometri, kemudian bagaimana cara pengukuran antropometri yang benar pada balita, serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) balita. Setelah selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan kegiatan simulasi untuk pengukuran antropometri. Kader posyandu sangat antusias dan memiliki keinginan untuk dapat belajar yang tinggi. Sehingga setelah kegiatan pelatihan ini, diharapkan kader dapat menerapkannya dalam pelaksanaan posyandu.

P1090169

Tidak hanya itu, dilakukan pula Program Senam Sehat Lansia untuk Mencegah Diabetes pada Posyandu Lansia oleh Khosidah (Ilmu Keperawatan, 2016). Senam sehat dilakukan secara interaktif dengan media berupa presentasi, video dan gerakan  yang disimulasikan secara satu-persatu dan bersama-sama. Rangkaian gerakan dalam Senam Sehat Lansia bermacam-macam, dimulai dari memutar pergelangan kaki, telapak kaki, hingga menggunakan kertas yang dirobek menjadi dua. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah diabetes bagi Lansia dan para partisipan yang hadir diharapkan mampu menerapkannya dirumah.

reportase senam kaki diabetes

Selain senam sehat, program ini dibersamai dengan pemeriksaan kesehatan dengan Bidan Desa Bakalan terhadap 30 lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.Terdapat 3 jenis check laboratorium yaitu check kolestrol, check glukosa darah dan check asam urat. (edzul)

P1090044

Kini Pemuda Desa Mengerti Cara Rakit Rechargeable Lamp

Mangunharjo, Kecamatan Subah (05/02/01)

Masalah penerangan merupakan masalah yang penting ketika beraktifitas di malam hari. Tanpa penerangan, maka aktifitas masyarakat pada malam hari akan terganggu bahkan bisa terhenti. Penerangan pada zaman modern ini sudah berasal dari sumber listrik sehingga jarang masyarakat yang masih menggunakan sumber daya lain.

Berasal dari sumber penerangan yang kurang pada malam hari di jalan Desa Mangunharjo, Hendrawan Suherman berusaha berkreasi dengan pemuda desa untuk membuat lampu yang bisa diisi ulang alias rechargeable. Rechargeable Lamp dirakit dari beberapa komponen sederhana yang bisa ditemukan di toko komponen elektronik. Bermodalkan Rp 50.000 sudah bisa merakit sendiri lampu yang bisa diisi ulang ini. Selain alatnya tersebut, mahasiswa dari Teknik Mesin Universitas Diponegoro ini juga mengajak para pemuda untuk merakit rechargeable lamp. Pemuda desa yang hadir sejumlah 12 orang memperhatikan cara perakitan rechargeable lamp dengan baik. Disamping pembuatannya, pemuda juga diajarkan cara menghitung daya serta waktu pengisian yang dibutuhkan dari model lampu yang dibuat. Walaupun sedikit rumit, tetapi mereka tetap antusias.

WhatsApp Image 2020-02-07 at 19.30.32

Ketua Karang Taruna Desa Mangunharjo, Mas Syaiful berharap dengan adanya pelatihan ini bisa membuat para pemuda yang tertarik dalam hal elektronik bisa belajar merakit sendiri. Disamping itu, pemuda desa bisa memodifikasi rechargeable lamp dengan kebutuhan aktifitas masing-masing.

Editor: Nikie

Pembukuan Versi Genggaman untuk Usaha Kecil di Desa

Mangunharjo, Kabupaten Batang (02/02/2020)

Sebuah usaha memang bisa berjalan dengan baik jika diimbangi dengan manajemen yang baik. Manajemen yang baik bisa datang dari aspek mana saja baik dari segi produksi, tenaga kerja, serta keuangan. Namun, jika suatu usaha mulai berkembang dan semakin besar maka diperlukan manajemen yang semakin tertata. Pembukuan merupakan salah satu pelaksanaan manajemen dalam usaha. Pembukuan yang baik akan menghasilkan alur keuangan yang baik bagi usahannya.

Christian Van Berth, mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Diponegoro memperkenalkan adanya pembukuan yang menggunakan smartphone. SI APIK, yang merupakan aplikasi keluaran Bank Indonesia, adalah aplikasi yang sangat mudah untuk digunakan untuk pembukuan dalam usaha kecil hingga skala besar. Bersama dengan Pak Suwandi selaku pemilik usaha perakitan alumunium, Christian memperkenalkan aplikasi SI APIK untuk melakukan pembukuan. Aplikasi berbasis Android ini akan memudahkan melakukan pencatatan modal hingga laporan arus keuangan secara lengkap. Walaupun demikian, Christian perlu menjelaskan kembali arti pembukuan yang sebenarnya dalam wirausaha agar menjadi pembukuan yang baik ketika menggunakan aplikasi SI APIK ini.

WhatsApp Image 2020-02-07 at 19.14.08
Pelatihan Pembukuan Wirausaha Alumunium Pak Suwandi

Kehadiran aplikasi ini sangat membantu Pak Suwandi karena tidak perlu repot-repot dalam mempelajari dan melakukan pembukuan. Aplikasi SI APIK sudah mencatat keseluruhan data ketika pengguna memasukan data ke aplikasi tersebut. Bersama dengan Christian, Pak Suwandi melakukan simulasi pembukuan pada usahanya agar mengenal lebih jauh fungsi dari aplikasi tersebut. Pak Suwandi sangat berharap bahwa aplikasi ini bisa membantu pembukuan usahanya sehingga aliran arus keuangannya bisa lebih transparan dan jelas.

Editor: Nikie

Musyawarah Desa Perdana di 2020, Lembar Baru untuk Desa Mangunharjo

Limpung, Kabupaten Batang (08/01/2020)

Sudah menjadi hal umum bahwa sebuah desa mengadakan musyawarah desa. Musyawarah desa diadakan untuk membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan hal yang terjadi di desa ataupun perancanaan yang akan dilakukan di masa depan untuk kebaikan desa. Bahasan pada musyawarah desa bisa bermacam-macam seperti, pembangunan desa, peristiwa yang terjadi di desa, atau hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan desa.

Musyawarah Desa Mangunharjo untuk kali ini membahas tentang APBDes yang telah dirancang serta beberapa acara lain yang  telah disusun oleh panitia pelaksana. APBDes yang telah dirancang itu meliputi pembangunan infrastruktur desa, kesehatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan ke depannya. Selain itu, pembubaran panitia Pilkades yang telah berjalan bulan September 2019 juga dilangsungkan di muysawarah ini.

P_20200108_095139_vHDR_On
Sambutan dari Kepala Desa Mangunharjo

Musyawarah desa ini mengundang perangkat desa, kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu PKK, dan lain-lain. BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga diundang untuk mensosialisasikan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk para pemilik tanah desa yang belum disertifikasi menjadi bersertifikat dan sah dimiliki oleh pemilik tanah.

Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP 2019/2020 juga turut hadir dalam musyawarah tersebut. Mahasiswa KKN diundang guna memberikan impresi pertama pada masyarakat Desa Mangunharjo. Pak Tarmin selaku Kepala Desa Mangunharjo diharapkan Mahasiswa KKN bisa berbaur dengan masyarakat Desa Mangunharjo serta mendapat pelajaran ketika mengikuti musyawarah desa. Harapan lainnya yaitu, mahasiswa KKN bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran selama keberlangsungan masa KKN.

Editor: Nikie

Peran Posyandu dalam Kesehatan Ibu dan Anak Desa Manyargading

Manyargading, Jepara (18/1) – Memasuki minggu kedua KKN, mahasiswa telah menjalankan beberapa program monodisiplin dan mengikuti kegiatan sosial. Kegiatan sosial yang telah dilakukan yaitu membantu pelaksaan kegiatan posyandu Balita di PKD Desa Manyargading.

20200113_101025

Gambar. Kegiatan Posyandu

Posyandu adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan pokok  posyandu terdiri dari KIA, KB, imunisasi dan penanggulangan diare. Pelaksanaan posyandu dilakukan oleh kader dan didampingi oleh tenaga kesehatan (bidan desa) yang dimana kader berjumlah 5 orang dan 1 bidan. Pada kegiatan posyandu tesebut terlihat antusias warga dalam mengikuti kegiatan posyandu. Posyandu ini diperuntukan untuk bayi dan balita dari 0-59 bulan.

Pada hari Senin, (13/1), kegiatan posyandu berlangsung dari 08.30-11.00 WIB. Kegiatan posyandu menggunakan sistem 5 meja, yaitu yang pertma perndaftaran, pengukuran antropometri, pengisian KMS, penyuluhan, pelayanan Kesehatan. Meja pertama dan keempardilakukan oleh kader dan meja kelima dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Adapun pada hari Jumat, (18/1) dilakukan kunjungan ke SDN 1 dan SDN 2 Manyargading yang bertujuan untuk meminta ijin dan menginformasikan kepada pihak sekolah terkait kegiatan les yang akan dilakukan 3 kali seminggu di posko KKN. (edzul)

IMG-20200107-WA0001

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Kunjungan ke SD

Pemancing Mangunharjo Bareng-bareng Tebar Benih Ke Sungai

Desa Mangunharjo, Kab. Batang (23/01/2020)

Desa Mangunharjo memiliki beberapa warga yang hobi memancing. Hobi ini digemari oleh kaum lelaki dari Desa Mangunharjo. Biasanya, warga Desa Mangunharjo memancing di sungai sekitar desa. Akan tetapi, semakin banyak warga yang memancing maka ikan yang hidup di sungai lambat laun akan menipis populasinya.

Ananda Rica N. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menggagas ide untuk Restocking Sungai Kalijamban di Desa Mangunharjo. Melihat antusiasme warga yang gemar memancing, Ica tertarik untuk melakukan penebaran benih ikan di sungai tersebut. Ica berusaha menjalin kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang untuk melakukan Restocking Sungai Kalijamban. Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan benih ikan nila sebanyak 500 ekor untu kegiatan restocking.

WhatsApp Image 2020-01-27 at 21.31.37
Menebar Benih Ikan Nila Di Sungai Kali Jamban

Ketua Karang Taruna Desa Mangunharjo, Syaiful Amri, diundang untuk mengikuti kegiatan restocking. Selain itu, Mas Syaiful juga mengajak beberapa penggemar mancing di Desa Mangunharjo untuk melakukan pelepasan benih ikan ini. Pelepasan benih ikan ini diikuti sekitar 15 orang pemancing. Minat dari para pemancing cukup tinggi untuk melihat pelepasan benih ikan. Pelepasan benih dilakukan pada saat menjelang sore bersama dengan pemancing lainnya.

Mas Syaiful berharap dengan kegiatan restocking ini, para pemancing memiliki kepedulian pada ekosistem sungai dan tetap menjaga populasi ikan di sungai. Disamping itu, Mas Syaiful juga berharap minat mancing di Desa Mangunharjo meningkat.

Editor: Nikie